Tujuan Syariat Haji

Assalamu’alaikum wr wbDalam waktu dekat ini saya akan memenuhi kewajiban ibadah haji saya, tetapi terasa menjadi beban rasanya jika perjalaan saya ke tanah suci sekedar untuk memenuhi kewajiban saja. Untuk memantapkan ibadah saya agar mendapatkan kemabruran, mohon dijelaskan tujuan syariat ibdah haji dlam islam. (Reza Abdul Jabbar-Bekasi)

Wa’alaikumsalam 

“ Dan, seluruh manus
ia untuk mengerjakan haji , niscaya mereka akan datang kepadamu berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka yang datang dari segenap penjuru.” {QS AL-HAJJ [22]:77}.
Al-Thahir ibn Asyur dalam tafsirnya, Al-tahrir wa al-tanwir, ketika menafsirkan ayat di atas menjelaskan maqashid syari’ah al-hajj (tujuan syariat haji) bahwa pada awalnya makna kosakata haji adalah menyengajakan diri mengunjungi Baitullah (Ka’bah). Dalam perkembangannya, makna ini berarti medatangi Masjidil Haram untuk menunaikan manasik haji dan diantara tujuannya adalah menimba dan mengokohkan akidah dalam bentuk musyahadah (menyaksikan secara langsung) bangunan yang didirikan untuk dijadikan simbol tauhidullah (menesakan penghambaan hanya untuk Allah) yang pada akhirnya akan memantapkan keyakinan tauhid orang yang menyaksikannya secara langsung. Karena, tabiat dasar logika manusia hanya dapat meyakini sesuatu yang abstrak jika sudah diwakili oleh simbol yang dapat terindra.



Pada awalnya, Ibrahim as sempat ragu dengan kemampuannya menerima amanah untuk menyeru seluruh manusia dari seantero penjuru dunia karena seakan mustahil tanpa perangkat komunikasi dan pemasaran yang memadai tetapi ia harus menyeru manusia semua untuk menuju datang ke Baitulah yang ia tinggikan dengan tangannya dan putranya, Ismail as. Tetapi, setelah Allah menegaskan bahwa tugas Ibrahim as hanya menyeru dan tugas Allah menyampaikan pesan seruannya ke seluruh hati orang yang Allah kehendaki untuk mendengarnya maka Ibrahim tanpa ragu menyambut perintah dan amanah Allah. Saat ini kita dapat kelangsungan seruan yang seakan tidak pernah berhenti menggema di dalam hati orang-orang beriman yang telah dikehendaki Allah untuk mengunjngi Bait-Nya.



Dalam talbiah, tersirat pula maksud dan tujuan perjalanan haji yang dapat memperkokoh ibadah kita. Labbaik allahumma labbaik, innal hamdah wan ni’mata laka wal mulk, laa syariikalak.... (kami sambut seruan-Mu ya Allah, kami smbut seruan-Mu bahwa tiada sekutu bagi-Mu dalam sesembahan, sungguh segala puj dan ouji, seluruh nikmat adalah milik-Mu). 



Ibadah haji juga erupakan undangan langit dari Yang Maha Pengasih agar para tamu-Nya (dhuyufur rahman) dapat menyaksikan dan merasakan rahmat-Nya, kemudian berbagi rahmat Allah dengan penuh cinta kepada yang lain sambil terus mengagungkan dan menyebut nama-Nya.



Allah Ta’ala berfirman, “Agara mereka menyeksikan berbagi manfaa untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka, makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir (QS al-Hajj [22]:28).



Salah satu faktor terpenting untuk dapat menjumpai Allah di rumah-Nya dan menjadi tamu-Nya yang akan mendapatkan ampunan dan syurga-Nya adalah datang dengan tanpa kotoran lahir dan batin., dalam keadaan telah menunaikan janji-janji kepada-Nya, serta melakukan tawaf.



Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, mmenyempurnakan nazar-nazar mereka, dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah). {QS Al-Hajj [22]:29}.



Di antara syariat tujuan haji lainnya adalah menyempurnakan keislaman diri. Sebagai rukun islam yang kelima, ibadah haji adalah penyempurna keislaman seseorang setelah benar syahadat, shalat, zakat, dan puasanya. Ibadah haji akan kehilangan makna jika dilakukan oleh orang yang cacat syahadat, rukun islam, serta rukun imannya. Wallahu a’lam bish shawab.



Sumber. Republika- Ustaz Bachtiar Nasir

Arti Masyair Muqaddas

Tanya: 
Assalamualaikum wr wb. Ustadz, apakah artinya Masyair Muqaddas? Benarkah jamaah haji wajib mengunjungi tempat tersebut? (Hassanudin, Cibitung, Bekasi)

Jawab :
Masyair Muqaddas adalah tempat-tempat suci, seperti Mina, Muzdalifah, dan Arafah. Jamaah haji mesti mengunjungi tempat tersebut karena ritual ibadah haji yang mesti dilaksanakan ditempat tersebut. 
Mina sering 
disebut “Muna” adalah bentuk dari jamak dari “al-munyah” yang berarti keinginan atau harapan. Arti lain dari kata Mina adalah mengucurkan darah. Mina adalah jalan lembah yang disinggahi oleh jamaah haji untuk melempar jumrah. Dinamakan Mina lantaran darah dialirkan padanya.



Ibnu al-Arabi mengatakan, orang-orang datang ke Mina dan Allah menjadikan sesuatu yang diinginkan, dia menakdirkannya, dan hal itu di namakan Mina. Ibnu Syumail mengatakan, disebut Mina karena domba jantan (kibas) disembelih di sana.



Muzdalifah, yaitu tempat jamaah haji diperintahkan untuk singgah dan bermalam setelah bertolak dari Arafah pada malam hari. Muzdalifah disebut juga dengan Jama’ (perkumpulan). Dinamakan demikian karena orang-orang yang berhaji berkumpul di sana.”



Arafah disebut juga al-Masy’aril al-Haram, al-Mas’yar al-Aqsa, dan llal ‘ala Wazn Hilal. Gunung yang terdapat di tengahnya adalah Jabal Rahmah. Dinamakan Arafah karena Jibril pernah memperlihatkan manasik kepada Ibrahim. Ibrahim lalu berkata “Araffu, araffu (aku telah tahu).” Sebab itulah dinamakna Arafah.



Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang berada di Arafah sebelum terbit fajar , niscaya telah mendapatkan haji.” Dalam riwayat yang disampaikan dari Ibnu Abbas , Rasulullah bersabda “Siapa saja yang menyaksikan shalat kami ini , lalu wukuf bersama kami hingga kami selesai , dan dia pernah melakukan wukuf sebelum itu di Arafah pada waktu malam atau siang hari , berarti telah sempurna haji dan ibadahnya.’ (HR Imam Ahmad, hadis ini dinyatkan Sahih oleh at-Tarmidzi).
Wassalamualikum wr wb.



Sumber: Republika- Ustadz Erik Yusuf

Armina Siap Terima sekitar 3 Juta Jamaah Haji

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Syaerozi Dimyathi, mengatakan, persiapan Puncak Haji 1433H telah rampung 100 persen. Seluruh fasilitas di Arafah, Muzdalidah, dan Mina sudah siap menerima sebanyak 194 ribu jamaah calon haji Indonesia.

‘’Kita telah berkoordinasi dengan pihak maktab untuk penempatan dan naqobah untuk transportasi jamaah,’’ ujar Syaerozi kepada MCH, di sela-sela acara malam perkenalan petugas haji dengan Amirul Haj di Qasr Tayyamuz, Jabal Nur, Makkah, Kemarin.

Terkait tenda-tenda jamaah untuk wukuf di Arafah, kata Dimyathi, telah siap 100 persen. Pihaknya, membantah adanya kabar yang menyebutkan jumlah tenda untuk jamaah haji Indonesia berkurang 40 buah.

‘’Yang kurang itu tenda untuk petugas, bukan untuk jamaah. Namun, kita sudah minta agar tenda untuk petugas kembali ditambah, karena tak akan mampu menampung kalau dikurangi,’’ papar Syaerozi.

Tenda yang disiapkan untuk jamaah, kata dia, terdiri dari dua macam. Tenda yang besar mampu menampung 10 orang dan tenda agak kecil menampung delapan orang. Pihaknya meminta agar jamaah tak merusak atau mencorat-coret tenda yang dipakai saat wukuf di Arafah atau yang disediakan di Mina. ‘’Kalau dicorat-coret, nanti kementerian dari Arab Saudi akan meminta ganti rugi.’’

Berdasarkan pantauan MCH di Arafah, seluruh tenda untuk jamaah haji telah terpasang. Jamaah haji Indonesia akan menempati 71 maktab. Menteri Agama meminta agar kenyamaan tenda-tenda jamaah di perhatikan.

‘’Penempatan jamaah di tenda harus proporsional jangan sampai melebihi kapasitas,’’ kata Suryadhrma. Hal itu, kata dia, akan membuat jamaah tak nyaman dan bisa mengganggu kesehatan jamaah.
Sumber: Haji-Kemenag-MCH

Misteri HAJAR ASWAD

Bismillahirrahmannirahim,

Neil Amstrong telah membuktikan bahawa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata : “Planet Bumi ternyata tergantung di ruang yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?.”

Para astronaut telah menemukan bahawa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara rasmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian laman web tersebut ghaib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan laman web tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berakhir), hal ini terbukti ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahawa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu ruang yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, bererti apabila kita mengeluarkan kompas di ruang tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali kerana daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sihat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan graviti. Oleh sebab itulah ketika kita mengelilingi Ka’bah, maka seakan-akan diri kita dicaj semula oleh suatu kuasa misteri yang menyebabkan kita bertenaga ketika mengelilingi kaabah dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga boleh terapung di air. Di sebuah muzium di negara Inggeris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’bah) dan pihak muzium juga mengatakan bahawa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem suria kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda,

“Hajar Aswad itu diturunkan dari syurga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam". (Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) )

Wallahu a'lam bishawab,

Doa Haji Guru Honorer

Setiap muslim pasti ingin menyempurnakan rukun islam yang kelima,yaitu beribadah haji. Itupula yang menyelimuti perasaan seorang guru honor disebuah sekoah SMP swasta di bilangan Jakarta timur. Karena begitu kuatnya keinginan itu, pada 1995, sang guru pun mengikrarkan diri untuk bisa menunaikan ibadah haji. Tak main-main, ikrar itu di ucapkan ketika sang guru menikah. Dia in
gin berangakat ke tanah suci bersama istrinya. Niat itu diperkuat lagi ketika kelahiran putri pertama pada tahun1996 dengan memberinya nama, Shafa. Tentu,ini dengan harapan bahwa mereka kelak bisa melakukan sai antara bukit Shafa dan Marwah.



Saat tu ibadah haji atau umrah mungkin merupakan suatu yang mustahil bagi seorang guru honorer,karena biaya yang cukup mahal yang hanya bisa dijangkau oleh orang-orang mapan secara ekonomi. Namun berkat niat kuat serta doa yang hampir selalu di panjatkan seusai setiap shalat lima waktu. Allah memberikan jalan yang tak di sangka-sangka. Atas kebaikan hamba Allah, guru honorer itu dapat melakukan haji kecil atau umrah secara gratis pada tahun 1998.Semua biaya di tanggung salah seorang dermawan. Padahal, pada waktu itu Indonesia sedang dihantam krisis, sehingga biaya ke Tanah Suci melonjak empat atau lima kali. Hanya kemurahan Allah, justru pada saat orang mengurangi pergi keluar negeri, guru ini berkesempatan umrah. Selama di Tanah Suci, sang guru tak lepas dari doanya. “Ya Allah, berilah kesempatan kepada kami, keluarga kami, dan saudara- saudara kami untuk dapat melakukan ibadah haji dan berziarah ke makam Rasulullah.”



Syukur atas rezeki yang luar biasa tak terduga menjadikan guru ini lebih semangat dalam bekerja dan berdoa. Satu hal yang tidak pernah dilupakan adalah menyisihkan sebagian rezeki untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan atau lembaga sosial. Jumlahnya 2,5% dari setiap rezeki yang diperolehnya tanpa menunggu nisab atau hal tertentu.





Sepuluh tahun setelah umrah, Allah pun
 memberi jalan kepada sang guru, istri dan bapak mertuanya yang telah berusia 80 tahun untuk beribadah haji. Ada rasa kekhawatiran yang tinggi karena membawa orang tua dengan katagori risti (resiko tinggi). Namun iya meyak ini bakti kepada orang tua ini akan selalu di ridhai Allah SWT. Shubhanallah, saat di tanah suci berbagai kemudahan di temuinya. Seperti pemondokan yang dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Bahkan, salah seorang mukmin di Makkah dengan ikhlas meminjamkan kursi roda secara gratis. Berkat kursi roda tersebut ia dapat mengajak orang tuanya mengerjakan rukun haji. Selain itu ketika di Makkah ia bertemu guru Sekolah Indonesia Makkah (SIM). Ia lantas meminta bantuan guru SIM itu untuk membadalhajikan ibu mertuanya. Alhamdulillah, guru SIM itu hanya sedikit meminta uang hanya sebagai pengganti transport. Akhirnya ia pun mampu mewujudkan doanya ke tanah suci bersama keluarganya.


Sumber: Republika- Budi Raharjo (H.Uswadin, Berlan, Matraman ,Jaktim

Jamaah Haji Bergerak ke Arafah

MAKKAH -- Rabu (24/10) ini, jamaah calon haji Indonesia akan mulai bergerak dari pemondokan menuju Arafah. Keberangkatan jamaah dari pemondokan ke Arafah akan dibagi ke dalam tiga gelombang. Pemberangkatan jamaah gelombang pertama menuju Arafah dimulai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Gelombang kedua akan diberangkatkan setelah Zuhur dan gelombang ketiga akan berangkat ke Arafah setelah Maghrib. Pembagian jam keberangkatan jamaah ke Arafah ditentukan oleh para ketua kloter dengan berkoordinasi dengan maktab. ‘’Setiap maktab akan mendapatkan 18 sampai 20 bus,’’ ungkap Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Makkah, Denny Kusdyan, Senin (23/10) malam.

Secara keseluruhan total bus yang disediakan untuk mengangkut jamaah haji Indonesia pada puncak haji – Arafah, Muzdalifah, Mina dan Makkah – mencapai 2.041 unit.  Bus-bus itu dibagi berdasarkan maktab.  Setiap rute perjalanan jumlah bus yang disediakan telah disesuaikan dengan kebutuhan.

Kepala Daerah Kerja Makkah meminta agar seluruh jamaah haji yang akan berangkat Arafah berpatokan kepada jadwal yang telah disepakati oleh ketua kloter dan maktab. Pihaknya meminta agar jamaah tak menunggu di trotoar depan rumah sebelum ada pemberitahuan waktu keberangkatan.

‘’Jamaah juga kita minta bersabar dan tak berebutan. Karena jumlah bus yang disediakan akan mengangkut semua jamaah,’’ tutur Arsyad. Pihaknya juga meminta kepada petugas pengendali transportasi, petugas sector, dan kloter bekerja sama untuk berkoordiansi dengan pihak maktab untuk memastikan jadwal kedatangan dan keberangkatan bus.

Menteri Agama yang juga Amirul Haj, Suryadharma Ali, meminta agar petugas transportasi mencermati waktu keberangkatan jamaah dari pemodokan ke Arafah. Ia meminta agar jamaah jangan sampai tiba di Arafah pada tengah malam.

‘’Karena itu pastikan sebelum tengah malam jamaah semuanya sudah tiba di Arafah, hal itu penting agar jamaah tak kelelahan,’’ tutur  Suryadharma Ali. Pihaknya juga meminta agar jamaah membawa  makanan ekstra seperti kurma untuk menjaga adanya keterlambatan.


Sumber: republika

Rukun Haji Paling Utama : Wukuf di Arafah

JEDDAH – Wukuf di Arafah merupakan “rukun haji yang paling utama dan tidak dapat ditinggalkan atau digantikan dengan amalan yang lain”. Beribadah haji tanpa wukuf di Arafah tidak sah hajinya atau batal hajinya.

 Sebagaimana ditegaskan oleh Rasullullah SAW dalam salah satu hadits:
“Haji adalah ‘Arafah, barangsiapa datang pada malam perkumpulan sebelum terbitnya fajar, maka sesungguhnya dia telah menemukan Haji“ (Abu Dawud dan yang lainnya)


Persiapan wukuf dilaksanakan sejak tanggal 8 Dzulhijjah, seluruh jamaah haji berangkat menuju ke Arafah dengan berpakaian ihram dan niat untuk haji dari pemondokan di Makkah. Pada malam hari seluruh jamaah haji telah berada di Arafah dan memperbanyak dzikir, berdo’a, dan membaca al-Qur’an. Pelaksanaan wukuf dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, dimulai setelah zawal (tergelincir matahari) sampai terbit fajar tanggal 10 dzulhijjah.

Sebagai ibadah badaniah (ibadah fisik) pelaksanaan wukuf lebih fleksibel dari ibadah lainnya, jamaah haji yang melaksanakan wukuf tidak disyaratkan suci dari hadats kecil maupun hadats besar. Pada saat melaksanakan wukuf disunahkan untuk memperbanyak dzikir, berdo’a, tafakkur dan tadabbur, serta membaca al-Qur’an.

Berdoalah yang baik-baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia. Berbicara atau berbincang-bincang tidak dilarang sepanjang tidak membicarakan yang kotor, berdebat atau bertengkar. Pada hari wukuf (yaumil ‘Arafah) tanggal 9 Dzulhijjah, disebut yamuil barakah, yaumil ijabah, karena pada hari itu Allah akan mengabulkan do’a dan permohonan hamba-Nya (jemaah haji).

Oleh karena itu disarankan berdo’a yang baik untuk kebaikan dan keberkahan diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Tidak dibenarkan berdo’a yang jelek (negatif), karena akan membawa kemudharatan bagi diri sendiri.

Pelaksanaan wukuf diawali dengan khutbah wukuf oleh pembimbing ibadah atau ulama/kyai, kemudian shalat dzuhur dan ‘ashar jama’ taqdim dan diqashar, baik berjamaah atau munfarid (sendiri), diakhiri dengan do’a wukuf. Selanjutnya masing-masing jamaah haji dipersilakan untuk memperbanyak istighfar, berdzikir, berdo’a, dan membaca al-Qur’an.

Untuk menyempurnakan pelaksanaan wukuf dan terhindar dari hal-hal yang membatalkan wukuf, jamaah haji diharapkan menghindari seluruh larangan ihram, seperti:

• berpakaian yang berjahit dan memakai penutup kepala yang melekat di kepala
• memakai sepatu yang menutup mata kaki (bagi laki-laki) • memakai wangi-wangian, memotong atau   mencabut rambut, memotong kuku
• menutup muka dan memakai sarung tangan (bagi wanita),
• memotong atau mencabut tumbuh-tumbuhan di tanah haram, berburu binatang darat
• bercumbu atau berhubungan badan antara suami isteri, serta 
• melaksanakan akad nikah dan meminang.

 Catatan:
 Agar wuquf kita sah:

 • Pertama, Wuquf haruslah masuk dalam rentang waktu antara Dzuhur tanggal 9 Dzulhijjah sampai fajarnya hari Nahr (korban). Artinya, kalau wuquf dilakukan sebelum atau sesudah rentang waktu tersebut maka tidak dianggap Haji. Dalam Wuquf ini sudah dianggap sah kalau memang sudah menemukan sedikit waktu dari rentang waktu di atas, akan tetapi yang lebih baik adalah menggabungkan (menemukan) waktu siang dan malam, lalu kalau memang Hujjaj keluar meninggalkan ‘Arafah sebelum matahari terbenam, maka sunah baginya menyembelih hewan Dam, namun hal ini tidaklah wajib, karena dia telah bertentangan dengan apa yang telah dilakukan oleh RasulullahSAW.
• Kedua, Wuquf harus masih berada dalam zona ‘Arafah dimana berada, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Muslim dalam hadist shahihnya: “Perhatikan, disinilah aku wukuf dan seluruh ‘Arafah adalah tempat (berwuquf)“
 Sumber :jurnalhajiumroh.com